Thursday, June 28, 2007

respirasi


Seandainya saja ...
hasrat untuk mencintai adalah seperti sebuah proses respirasi,
maka ijinkanlah aku bernafas untukmu...
disetiap waktuku.


Roy Baroes


Tuesday, May 01, 2007

Galaksi Bima Sakti


Ini adalah galaksi Milky Way yang dalam buku pelajaran sewaktu saya di sekolah dasar diberi nama Galaksi Bimasakti. Di dalam galaksi Bima Sakti, terdapat sistim tata surya bernama matahari yang merupakan sumber cahaya dan energi untuk planet-planet didalamnya.

Lalu didalam tata surya tersebut ada planet yang bernama bumi, bahasa inggrisnya :"Earth".
nah didalam bumi iniada negara bernama Indonesia Raya yang menurut dongeng sang kakek, Indonesia sejak dahulu terkenal dengan sebutan Jamrud Khatulistiwa.

Indonesia ini memiliki ibukota yang bernama Jakarta. Di Kota Jakarta ada tersebut ada gedung Patra Jasa yang terletak di jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan. Di dalam Gedung Patra jasa lantai 5, wing 507 ada ruangan Divisi Explorasi JOB Pertamina Petrochina. Di dalam ruangan tersebut terdapat Roy Baroes yang sedang disuruh-suruh dan dimarah-marah mulu ama bosnya :

Sayup -sayup dialog antara Roy dan Sang Bos :
Si Bos : "Roy, udah dapat belom koordinat sumber minyaknya?"
Si Roy : "Udah dapat Bos!"
Si Bos : "Wah.. Mantap. Mantap!, dimana?"
SI Roy : "Ga jauh Bos, tuh.. di sebelah.. ada POM Bensin"
Si Bos : "Hah! Dasar Bahlul.. Ku potong yah gaji Kau bulan Ini!!"
Si Roy : "Wak!!!"

Jadi Kalau kamu melihat dengan betul-betul Galaksi ini, engkau akan melihat si Bos sedang latihan lempar lembing. sementara roy baroes jadi sasarannya.

Saturday, April 07, 2007

Bandung, malam sehabis hujan

Malam ini hujan baru saja reda.
Aku ada di PSIK, bareng ical dan anak-anak PSIK

Sehabis hujan, langit disini terang benderang. Awan tipis di beberapa tempat, namun tak menghalangi benda-benda langit untuk terlihat.

Ada banyak bintang, aku sedang memilih salah satunya.
Tapi karena bingung, mungkin aku kirim aja semuanya.

Jadi malam ini aku tidak jadi mengirim satu bintang, tapi aku kirim semuanya. Satu Galaksi.
Aku kirim satu galaksi ke Boston.

Semoga disana terang benderang.

Roy

Monday, November 27, 2006

Se-Permen Fox's


Kamu tuh ya..
Punya senyuman yang manis banget loh!
Semanis Permen Fox's
Sudahlah manis, berkilauan pula..

Semoga lain waktu kita bisa bertemu
Dan kamu...
Semakin manis, semakin berkilau.

Saturday, November 18, 2006

Kota Bandung, Hujan Bulan November.

Kota Bandung, Hujan Bulan November....

Aku berdiri disitu, tapi kau tak menyadari kehadiranku. Pecahan hujan mungkin sedikit mengaburkan kesadaran tersebut atau mungkin engkau memang sedang larut menikmati hujan kali ini yang menyejukkan sebagaimana aku menikmati engkau dari arah yang bersebrangan, dan tak ingin mengusik untuk sementara.

wish you're still remember that i hate getting wet. I just hate it like a big spoiled cat, but with you, together we are always enjoy when rain fallin from the sky. I took of my hat and bring down my umbrella to enjoy getting wet. as i was twirling my umbrella and deliberately walking into the puddles.

i remember too, we were just consciously and joyfully walking in the rain.

Wednesday, September 13, 2006

Ombak


Lalu kau tanam kembali sebuah gelisah
Seperti deburan ombak di kedalaman hati...

Monday, September 11, 2006

Bougeville


Engkau seperti bunga Bougenville yang merayapi tembok gerbang kampus ITB
Merah meriah merambati dinding hati...

Friday, July 07, 2006

Boulevard

Episode 2

Kota Bandung, Awal Musim penghujan

....
Hingga ku terbiasa hidup sendiri
tanpa kau temani
setidaknya aku sepenuh hati
walau kau tak juga mengerti
dan kau kehilangan orang sepertiku...

"Orang Sepertiku", OST Realita cinta dan Rock n' Roll, BIP Band
-----------------------------------------------



Roy melepaskan earphone dari telinganya dan bergegas mengenakan tas ransel di pundaknya.Orang-orang di atas kereta argo gede, Jakarta-Bandung telah berdiri dan bersiap untuk keluar kereta. Roy melayangkan pandangannya sejenak keluar jendela.Gerimis.Suasana mendung khas Bandung.Handphonenya berbunyi, Dari Ical.

"Udah sampai Bro? Gua ama Erik nunggu diluar.Bawa mobil"
"Ok.Udah Sampe,lagi turun,ketemu di peron aja.Thanks ya."

Penumpang satu persatu keluar begitu kereta berhenti di stasiun Bandung.Pedagang asongan, tukang taksi, Calo Tiket, gadis-gadis cantik dan manis serta mendung kota Bandung.Di peron, Roy bertemu Erik dan Ical. Dua sobat kentalnya semasa kuliah.


( sory euy.. bersambung lagi)
Episode sebelumnya ada di Boulevard Episode 1

Wednesday, June 21, 2006

Apa Kabar Blog?

Waktu selalu berjalan dengan tak terasa
Apa Kabar semua?

Banyak yang datang dan banyak juga yang pergi
Satu semester lewat sudah.....

Saturday, January 07, 2006

PSIK ITB


lagi nih.. photo di PSIK ITB bareng ebonk, erik, aan dkk..


Tuesday, January 03, 2006

The three musketers

3 orang dalam 1 team. Puncak Papandayan pun ditaklukkan disaat sedang ganas-ganasnya . Roy, Ical dan Erick.Persaudaraan yang tak akan pernah pudar..
Pasukan elit Satgas Reformasi KM ITB 98.
Lingkar satu PSIK ITB 97.
....
Kesabaran adalah matahari..
Kesadaran menjadi Cakrawala..
Dan Perjuangan adalah pelaksanaan kata-kata...

ITB!!
ITB!!
ITB!!

Thursday, December 22, 2005

Prolog Sang Pelaut

Prolog episode I

Teman-teman yang saya cintai

Malam ini, bulat sudah tekat sang pelaut. Ia menurunkan jangkarnya. Menurunkan layarnya dan menurunkan skoci untuk ia gunakan esok pagi. Sementara perahu yang awal ditemukan berselimut kabut tebal kini perlahan menjadi terang bagi penumpangnya.

Ia adalah seorang pelaut yang menjadi nahkoda di atas kapalnya.Tekadnya sudah bulat bahwa perahunya harus berlabuh dan ia harus kembali dimana dulu ia tinggali. Menggeluti ruang keheningannya. Menggurat garis-garis pantainya dan menghirup udara dibawah pohon kelapa depan rumahnya.

Sekoci yang ia turunkan akan digunakannya untuk menyibakkan kabut-kabut di pulau yang telah lama ia tinggalkan. Ia akan mencari pulau dimana pulau itu berada. menjaga arah jarum kompasnya, menghadang badai, meretas lautan. Ia yakin akan menemukan jalannya. Jalan laki-laki. Jalan sang pelaut.Sebagai mana yang kerap diseritakan oleh nenek moyangnya dahulu.

Ia adalah laki-laki yang menjadi pelaut dalam hidupnya.Memecah ribuan ombak, menikmakati langit malam dengan bulan yang bersinar terang. Cahayanya terang sampai ke hati.

Ia tahu.Kesabaran adalah kunci segalanya.Dan Ia laki-laki pelaut dengan kabut ditangan,bisa bersabar hanya demi pulau itu.

ya.. hanya pulau itu.

Merdeka!!!