Thursday, November 02, 2006

Sayang, aku lihat siang ini mendung menggelayut lagi di langit kota kita. Sudah semalaman hujan turun dan mungkin akan turun lagi malam ini. Bahkan lebih awal.Mungkin bagi sebagian orang hujan yang turun semalaman adalah berkah. setelah kemarau panjang yang mengeringkan tanah tempat kita berpijak.Pohon - pohon yang meranggaskan daunnya kembali hijau. Sungai yang mengering kembali mengalir serta sumur- sumur penduduk juga kembali memberikan kehidupan.
Memang mendung yang dilangit seperti ini selalu mampir beberapa hari terakhir.aku rasa semua orang tahu itu. Tapi mendung - mendung tersebut bagi kita bukan yang mendung biasanya sayang. Selain mendung ini tertangkap oleh mata, tapi ternyata ada mendung di hati kita. Ya, sebentuk mendung dilangit yang mendungnya sampai ke hati.
Sayang, tidak terasa sudah setahun kita bersama.Aku yang bengal dan ceroboh ini selalu bisa engkau sikapi dengan sabar. Sebuah kesabaran yang lahir dari ketulusan. Sebuah ketulusan darimu yang secara pelan dan diam-diam menjadi sebuah ketergantungan untukku. Sebagaimana ketergantungan pohon atas air hujan. sebagaimana ketergantungan daun - daun pada cahaya mentari. Seperti itulah aku pada adanya engkau.
Memang benar ucapan seorang teman lama, bahwa sesuatu hal akan sangat terasa berarti ketika akan dan telah pergi. Begitu berharga setelah hilang. Mungkin inilah interpretasi mendung yang menggelayut di hati saat ini.Meskipun sementara, tapi mendung ini kian tebal saat aku tak kuasa untuk menahan kepergianmu, meskipun kepergian sementara.
Seperti yang aku katakan tadi, berat sekali rasanya untuk melepaskan diri dari ketergantungan dan keteraturan yang telah engaku ciptakan.Mungkin tak ada lagi yang akan merapikan ruangan kerjaku, tak ada lagi yang merapikan buku-buku yang berantakan di meja belajarku, tak ada lagi yang bisa aku telpon 1 jam penuh sebelum tidur, yang ngingatin untuk sholat, juga tak ada lagi yang ngebangunin aku pagi-pagi agar tidak terlambat masuk kantor (Semoga saja di tempat kamu bertugas nanti, ada sinyal nya :D ).Sekarang tampaknya semakin berat kalau kamu jauh.Aku serius...
Aku doakan kamu baik-baik saja selama menunaikan masa bakti.Pandai-pandai bawa diri. Banyak belajar dan berdoa.Aku yakin kamu pasti bisa berhasil melewati semua ini. Menjadi Dokter adalah sesuatu pekerjaan mulia dan aku bangga sekali sama dirimu.
Begitulah sayang, Aku akan merindukan dirimu dan semoga mendung ini bisa menjadi mendung yang baik bagi kita...
Digelembungkan oleh Roy Baroes pada 1:23 PM